oleh

BPBD Jatim Gadeng Komunitas Disabilitas Bagikan Seribu Masker

post thumb

 

Surabaya, Baranews Jatim – Kebijakan Pemprov Jatim melanjutkan pembatasan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid II di 17 daerah direspon BPBD Jatim dengan menyinergikan kerja sama. Salah satunya bareng komunitas disabilitas Jatim yang dilaksanakan, Jumat (29/1/2021).

Sinergitas itu dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 melalui pembagian seribu masker bantuan BPBD Jatim.

Sosialisasi dan pembagian masker itu digelar di beberapa daerah, seperti Kota Surabaya, Kota Malang, Kab. Sidoarjo, Kabupaten Kediri dan Kota Kediri.

Komunitas disabilitas tersebut yakni, DPD Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Jatim dan Disabilitas Motorcycle Indonesia (DMI) Jatim.

Ketua DPD Gerkatin Jatim Maskurun Yuyun menyampaikan terimakasih atas kepercayaan BPBD Jatim kepada komunitasnya untuk terlibat dalam kegiatan pengurangan risiko bencana, khususnya pandemi Covid-19.

Kalau di Malang, kita bagi-bagi masker di Jalan Ijen. Kalau di Sidoarjo di Karangbong, dan di Kediri kita fokus di Pasar Pahing dan Desa Tanjung.

“Kami berharap sinergi ini bisa terus berlanjut di masa mendatang,” harap penyandang tuna rungu yang akrab dipanggil Yuyun tersebut.

Ketua DMI Jatim Abdul Syukur juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, selama ini komunitasnya kerap hanya diposisikan sebagai obyek, bukan subyek. Padahal,bpenyandang tuna daksa juga punya kemampuan untuk berkontribusi dalam berbagai hal.

“Terima kasih BPBD Jatim atas bantuan masker dan kepercayaannya. Semoga pandemi Covid-19 segera selesai dan kita bisa beraktivitas seperti biasa,” harapnya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto mewakili Plt. Kalaksa BPBD Jatim mengatakan, upaya pihaknya menggandeng berbagai komunitas adalah bentuk penguatan dari keterlibatan unsur pentahelix.

Sebab, lanjut dia, dalam penanganan bencana termasuk pandemi Covid-19, tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah saja.

Tapi butuh keterlibatan unsur pentahelix, yang salah satunya, berbagai komunitas di masyarakat, seperti, akademisi, media dan komunitas disabilitas, juga transgender.

Kita juga sudah melibatkan komunitas lain seperti, relawan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) dan LPBI NU.

“Dengan pelibatan berbagai komunitas di masyarakat ini, semoga angka penyebaran Covid-19 bisa turun sebagaimana tujuan diberlakukannya PPKM,” katanya. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-afr/toeb)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.