oleh

Kopilaborasi Diskominfo Jatim Bahas Industri Hulu Migas

-Headline, Surabaya-50322 views

 

Surabaya, Baranews Jatim – Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur kembali menggelar talkshow Kopilaborasi. Kali ini membahas tema ibdustri migas sebagai penopang perekonomian daerah dan nasiona.

Denganmenghadirkan tiga narasumber, yakni Sekretaris Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur Ir Didik Agus Wijanarko, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Ir Nur Wahidi, serta praktisi media online Dwi Eko Lokolonto.

Hulu migas merupakan sektor industri strategis yang dapat mendorong perekonomian nasional. Kegiatan ini selalu dapat memberikan tambahan pendapatan bagi negara maupun daerah meskipun mendapat tekanan kuat di saat pandemi Covid-19.

Demikian ujar Kepala Diskominfo Jatim Drs Benny Sampirwanto MSi, saat membuka Acara talkshow Kopilaborasi dengan Tema “ Kontribusi Industri Hulu Migas di Jawa Timur untuk Pembangunan Daerah” di Hotel Golden Tulip, Batu Jum’at (29/1/2021).

Menurutnya, banyak proyek-proyek bernilai tambah (added value) yang diberikan pada kegiatan hulu migas, antara lain seperti vendor lokal, tenaga kerja lokal, material lokal dan lain sebagainya.

Sementara Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa , Ir Nur Wahidi, mengatakan adanya industri hulu migas di suatu daerah selalu turut menopang pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

Salah satunya, Proyek Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu memberikan kontribusi hingga Rp2,18 triliun untuk Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Dia menjelaskan, dampak langsung keberadaan industri hulu migas bagi daerah termasuk mencakup dana bagi hasil (DBH) migas yang sudah diatur dalam perundang-undangan.

Jatah hak partisipasi (participating interest/PI) sebesar 10%, pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD), terciptanya bisnis penyedia barang dan jasa lokal, penyerapan tenaga kerja lokal, dan adanya tanggung jawab sosial.

Di sisi lain pengolahan migas merupakan industri unrenewable atau tidak dapat diperbarui , sehingga perlu dilakukan upaya – upaya eksplorasi di tempat lain untuk menjaga ketersediaan pasokannya.

Namun kegiatan ekplorasi yang dilakukan sekarang belum tentu bisa langsung diambil hasilnya serta membutuhkan waktu yang cukup lama.

Menurut Sekretaris Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Ir Didik Agus Wijanarko, edukasi yang positif terkait manfaat kegiatan migas kepada masyarakat menjadi sangat penting.

Karena masih ada beberapa penolakan masyarakat terhadap kegiatan eksplorasi yang dilakukan, baik di darat dan air seperti yang terjadi wilayah perairan Sampang Madura meskipun berjarak 6 mil dari pantai.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Redaksi Media on line Beritajatim.com, Dwi Eko Lokolonto, juga menambahkan, langkah edukasi dan sosialiasi di lintas Sektoral yang dilakukan baik oleh SKK migas dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam hal ini Dinas ESDM akan menjadikan masyarakat lebih ramah terhadap eksplorasi industri migas itu sendiri .(MC Diskominfo Prov Jatim/non-sti/toeb)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.