oleh

AJIB ” Mengutuk Keras” Terjadinya Pembunuhan Terhadap Jurnalis Merupakan Bentuk Pembungkaman Terhadap kebebasan Pers

-Bondowoso-50139 views

 

BONDOWOSO, BARANEWS  – Kasus kekerasan terhadap jurnalis masih menjadi ancaman serius terhadap kebebasan pers di Indonesia. Lagi-lagi, kasus kekerasan pada Jurnalis terjadi di Huta VII Pasar III Nagori Karang Anyer Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Salah seorang jurnalis yang juga merupakan pimpinan redaksi salah satu media online di Kabupaten Simalungun, Marasalem Harahap (42) tewas dengan sejumlah luka tembak di badannya.

Dari Informasi didapat, Mara di tembak dalam perjalanan pulang ke rumahnya dan ditemukan warga dalam kondisi kritis di dalam mobil Datsun Go Panca berwarna putih plat BK 1921 WR yang tak lain miliknya.

Warga menemukan mobilnya terparkir di tengah jalan yang letaknya tak jauh dari kediaman korban, di Huta VII, Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Jum’at (18/06/2021) sekira pukul 23.30 WIB.

Warga yang curiga memeriksa mobil dan menemukan Mara bersimbah darah. Warga pun langsung mengabari pihak keluarga, kemudian dilarikan ke rumah sakit Vita Insani Pematang Siantar untuk mendapat bantuan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Sementara, Hasanudin Harahap salah satu kerabat korban mengaku tidak mengetahui persis peristiwa tersebut. Ia mendapat kabar terjadinya insiden tersebut dari tetangganya, keluarga pun minta agar polisi mengusut kejadian yang menyebabkan Mara meninggal dunia.

Guna penyelidikan lebih lanjut, Jasad Mara kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan Autopsi. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari polisi terkait insiden penembakan tersebut.

Menyikapi hal ini, Arik Kurniawan Pendiri Aliansi Jurnalis Independen Bondowoso (AJIB) “Sangat” menyayangkan terjadinya hal ini, ia juga mengutuk pelaku penembakan dan meminta pada pihak kepolisian untuk segera mengejar dan menangkap pelaku.

” Kekerasan terhadap jurnalis adalah peristiwa yang sangat memilukan. Pasalnya, kekerasan kepada jurnalis merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan Pers. Padahal dalam undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, kemerdekaan pers dijamin, Artinya wartawan dilindungi oleh undang-undang dalam menjalankan tugasnya, ” Tegas
Ketua AJIB.

Masih kata Arik, Keselamatan dan keamanan wartawan penting untuk memastikan wartawan dapat menyampaikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat dengan baik. Ketika wartawan terancam, maka bisa memengaruhi arus informasi ke masyarakat.

” Atas nama keluarga besar AJIB, “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya rekan kami di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kami anggap bahwa Almarhum adalah Pahlawan Pers” Tuturnya. (TIM)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.