oleh

Tetap Tangguh Tumbuh, Pemprov Jatim Dorong UMKM Masuk Pasar Online

-Surabaya-50225 views

 

Surabaya, Baranews  – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, berkomitmen terus mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk melalui pasar online.

Sehingga pangsa pasarnya lebih luas lagi. Keberadaan UMKM yang terbukti tetap tangguh disaat krisis ekonomi atau bahkan pandemi.

Dan dengan merambah masuk pasar online melalui platform yang ada terutama yang sudah ada kerja sama dengan Pemprov. Jatim., maka kinerja UMKM bisa lebih berkembang dan tumbuh lagi.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jatim Benny Sampirwanto mengatakan, pihaknya dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dil ingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur seperti Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Biro Ekonomi, Biro Pengadaan Barang dan Jasa, telah memprogramkan berbagai kegiatan dari berupa fasilitasi, pelatihan sampai bantuan modal usaha, kepada para pelaku UMKM.

Pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku UMKM ini sesuatu yang mutlak diikuti karena untuk menyongsong era perdagangan dunia yang bertumpu pada platform market place.

“Kalau Dinas Kominfo lebih pada mendigitalisasi UMKM kita, jadi kalau secara substansi upaya pada google search optimizer, produk produk kita UMKM di Jatim saat diserch maka UMKM bisa muncul juga pendampingan pemanfaatan media sosial untuk pemasaran produk UKK.

Demikian kata Benny saat menjadi narasumber Dinamika Jawa Timur, dengan tema Menuju UMKM Jawa Timur Yang Siap Dengan Teknologi Digital yang disiarkan Radio Suara Sidoarjo, Senin (23/8/2021) bersama radio jaringan se-Jawa Timur.

Ditambahkannya, untuk OPD lain seperti Dinas Koperasi dan UKM, menyediakan layanan pelatihan digital marketing.

Fasilitasi lain membangun market place seperti komeji.id dari Dinas Kominfo, OPOP Mart dari Dinas Koperasi dan UKM, Bejo Belanja Online dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Dodolan Online dan Dahan dari Disperindag.

Pendampingan bagi UMKM juga diberikan, berupa pelatihan pemanfaatan aplikasi penjualan online, kerjasama antara Dinas Kominfo dan Dinas Koperasi dan UKM kepada 263 pelaku UMKM, mereka bergabung dalam platform seperti shopee, tokopedia, blibli.com, OPOPmart. dan pada media sosial.

Nilai ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2020, Indonesia menduduki peringkat pertama dengan mencatat 624 triliun dan pada tahun 2024 diperkirakan melejit sampai 1.726 triliun.

Sehingga kedepannya potensi ekonomi digital ini bisa digarap tidak sekedar jago kandang setelah menguasai produk produk lokal yang lebih kecil resikonya.

“Market place mau tidak mau harus menjadi keberhasilan UMKM kita, karena pada tahun 2029 perdagangan dunia 95% sudah beralih ke pasar online,” katanya.

Sedangkan ketangguhan UMKM ini telah teruji baik saat krisis ekonomi dan masa pandemi ini. Sektor UMKM ini menyumbang
terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim.

Pada tahun 2020 sebesar 54,98% dari PDRB Jatim sebesar Rp2.299 triliun, pada semester satu 2021 kontribusinya naik jadi 57,25%.

Sumbangsih PDRB Jatim sendiri untuk nasional 14.45% dan sebesar 24.62% bagi wilayah pulau Jawa.

“Dampak pandemi pada UMKM di Jatim, 65% terdampak, pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sempat -2.39% dan pada tahun 2021 bisa tumbuh bangkit menjadi 3.20%, yang sebelum masa pandemi pertumbuhan ekonomi Jatim selalu diatas rata-rata nasional atau diatas 5%,” katanya. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-pno/toeb)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.