oleh

Temuan Dugaan Penyalahgunaan Oleh JPKPN Bondowoso Dibahas Dalam Hearing Dengan Komisi IV DPRD Bondowoso

-Bondowoso-50224 views

 

BONDOWOSO BARANEWS JATIM – Hearing JPKPN (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional) DPC Bondowoso dengan Komisi IV DPRD Bondowoso dalam penyampaian perihal adanya temuan dugaan penyalahgunaan wewenang dan beberapa temuan lainnya diterima diruang Rapat Komisi IV yang dipimpin oleh Adi Khrisna.

Dalam penyampaian tersebut, Tim JPKPN Bondowoso yang diketuai oleh Mohammad Agam Hafidiyanto, SH dan didampingi oleh Penasehat Hukum JPKPN, Gigih Bijaksopranoto,SH dan Mohammad Nusul Bahri, Ketua Divisi Monitoring & Investigasi JPKPN membeberkan semua daftar bukti beserta rinciannya temuan dugaan yang terjadi di Puskesmas Binakal Bondowoso.

Dasar Rujukan Temuan dari Kas Anggaran Tahun 2020 yang diketahui ditemukan adanya marka-up, penyalahgunaan wewenang, konspirasi dan korupsi serta rekayasa laporan administrasi yang merugikan uang negara.

Salah satu poin yang menarik dalam hearing tersebut, Ketua JPKPN menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan sebelumnya adalah berkirim ke Dinas Kesehatan dan Inspektorat Bondowoso namun dari Dinkes sendiri belum cukup dianggap sebagai jawaban dan Inspektorat sama sekali tidak menjawab surat yang dilayangkan JPKPN Bondowoso.

Setelah usai hearing, awak media meminta tanggapannya ke Ketua JPKPN, Agam upaya selanjutnya yang dilakukan setelahnya, “Kami menunggu hasil tindak lanjut dari Komisi IV mas,” tuturnya singkat. (26/08)

Selain itu awak media juga meminta tanggapan lke Penasehat Hukum JPKPN, Gigih Bijaksopranoto,SH perihal yang disampaikan saat hearing,” Kami berharap dan meminta adanya tindakan tegas untuk permasalahan yang telah kami ungkapkan semua ke Komisi IV demi membangun Bondowoso lebih baik,” pungkasnya.

Adapun setelah rapat hearing, Komisi IV melanjutkan dengan rapat intern terutama untuk menindaklanjuti permintaan JPKPN Bondowoso, dengan memanggil pihak – pihak yang berwenang agar ada tindakan tegas dan nyata terhadap temuan yang telah masuk ke ranah hukum. (Red)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.