oleh

Cegah Penyebaran Covid-19, Polres Lamongan Sebar Pasukan Pamor Keris

-Lamongan-50110 views

 

LAMONGAN – TNI dan Polri menggelar apel pasukan dengan sandi Patroli Motor Penegak Kesehatan di Masyarakat (Pamor Keris) di pelataran Mapolres Lamongan, Jumat (11/2/2022) malam.

Kegiatan ini untuk mengantisipasi prediksi ahli Epidemiologi yang menyatakan puncak penyebaran Covid-19 varian Omicron ada di bulan Februari dan Maret, serta meningkatnya penderita Covid,

Pamor Keris merupakan pasukan gabungan yang akan melakukan patroli secara mobile (keliling) dan berkala selama 24 jam di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan.

Di Lamongan jumlah penderita Covid-19 melonjak pesat dalam tiga hari ini.

Yang terpapar diketahui sudah mencapai sebanyak 209 orang.

Menurut Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, apel pasukan ini digelar untuk mencegah penyebaran Covid varian Omicron di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan covid-19 varian Omicron, terutama pada bulan Februari dan Maret, di mana ahli Epidemiologi kesehatan menyebutkan puncak pada penyebaran Omicron diprediksi terjadi pada bulan tersebut,” ujar Miko.

Miko menyatakan, patroli ini lebih ditekankan melakukan tindakan secara persuasif dan memberikan edukasi terhadap warga yang mulai abai menggunakan masker dan rendahnya cakupan vaksinasi.

Petugas harus dengan cara humanis jika mendapati masyarakat yang tidak menaati Prokes.

Perlu juga disampaikan kepada masyarakat kalau Lamongan setelah PPKM level 1 kini jadi level 2.

“Sampaikan itu pada masyarakat agar sama-sama peduli untuk menaati prokes. menyasar pusat pusat keramaian dan dari hulu hingga hilir,” kata Miko.

Sementara itu Dandim 0812, Letkol Kav Endi Siswanto Yusuf di depan peserta apel mengungkapkan, jumlah penderita Covid di Kabupaten Lamongan cukup tinggi. Bahkan diketahui ada satu korban meninggal karena Covid-19.

“Patroli mulai malam ini dan seterusnya untuk menegakkan aturan,” ungkapnya

Bisa lihat bersama saat ini, banyak masyarakat yang mulai abai dan kendor dalam menerapkan protokol kesehatan

Dengan adanya Pamor Keris ini, bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat, Covid di Indonesia masih belum berakhir.

Yang jelas beberapa pusat keramaian akan menjadi sasaran perioritas dalam Pamor Keris ini, tidak ada tindakan hukum dalam kegiatan ini, namun dengan memberikan edukasi dan pemahaman agar menaati Prokes.
(Red)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.