oleh

Jangan Biarkan Kami Mati

KUPANG, NTT, BARANEWSACEH.CO-
Kami temukan luka karena percaya pada janji manis si tuan berpangkat. Kami temukan kecewa pada mereka yang katanya wakil rakyat. Namun, mengerat sampai habis.

Pada waktu itu, mereka lantang bersuara melontarkan tipuan-tipuan yang dibalut janji manis bahwa mereka akan menjadi penolong serupa malaikat, tapi nyatanya, saat sudah di atas, mereka lupa akan segalanya. Memang tamak, menutup mata seolah buta.

Jelata yang tak kuasa melarat hingga sekarat. Namun, mereka yang berkuasa masa bodoh setelah meninggalkan janji kampanye di atas panggung lintas daerah. Benar bahwa sangat lemah memberi sebongkah bukti daripada seribu satu janji yang membuai merdu pada telinga rakyat.

Apakah tuan dan puan masih ingat, saat tuan dan puan datang meminta suara rakyat dengan sapaan manis, halus, lembut, penuh hormat? Datang dengan Janji dan senyuman manis yang meluluhkan. Apakah tuan dan puan masih ingin berjanji dan akan terus berjanji, sampai akhir jabatan?

Ah, sial. Kami diperlakukan seperti pengemis di atas tanah sendiri, kami mencari makan di atas tumpukan janji-janji sampah yang sudah ber’ulat’ Kami dibuat hampir mati menunggu janji yang tak pernah pasti. Kami melarat kelaparan di atas tanah yang katanya limpah susu dan madu. Mereka meninggalkan lubang atas nama kemenangan yang mereka peroleh dari waktu rakyat yang dibuang-buang diatas kursi pemilihan, pada tanah yang kering kami dituntut untuk menyuburkan agar kami dapat hidup dari seribu janji yang kehilangan bukti. Terima kasih, terima kasih untuk itu.

Ah, Sudahlah. Wahai jelata, berdirilah kembali walaupun tergopoh! Percayalah. Suatu saat akan bangkit kembali orang-orang yang mencintai kebenaran dan bertindak adil.<br>
Penguasa yang Maha Kuasa tidak menutup mata atas kemelaratanmu. Ada saatnya mereka akan sadar bahwa mereka terpilih karena dipilih dan untuk melayani bukan dilayani.

Ini suara lirih dari kami, yang di biarkan hampir mati menunggu janji yang tak pernah pasti dari tuan-puan berdasi. Semoga jangan hanya sekedar dilirik. Namun, bisa ditilik, Terima kasih.

Dibuat oleh;

Alin Pau Morib
Lis Morib
Oppa tonmo
Okber tneh
Thomas Tari

Kupang, 22 Maret 2002.

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.