oleh

Persiapan Kampung Pancasila menuju Penilaian tingkat Kodam V Brawijaya

Surabaya,Jatim.Baranewsaceh.co – Pancasila di tengah arus globalisasi harus membumi. “Pancasila di tengah arus globalisasi ini harus ‘menginjak bumi’ agar maknanya lebih mendalam,” ujar Gatot Subroto Lurah Babat Jerawat Pakal Kota Surabaya   disela sela kesibukannya mempersiapkan Kampung Pancasila di Dukuh Mulyomukti RW 02 didampingi Mentor pelopor Pancasila Sumali.

“Membumikan Pancasila adalah tantangan ke depan menghadapi generasi milenial ke bawah yang lebih mengenal gadget ketimbang pada era-era sebelumnya,” kata Gatot Subroto Lurah Babat Jerawat di sela-sela diskusi bersama Sumali yang ditunjuk sebagai Mentor pelopor Pancasila.

Pemuda saat ini dihadapkan dengan kondisi bahwa para kaum milenial saat ini tidak seperti kaum muda masa lalu. “Era dulu di mana semua siswa wajib menghafal Pancasila, UUD 1945, menyanyikan lagu kebangsaan, era di mana nilai-nilai kebangsaan yang dulu sudah digaungkan. Kenyataannya, Indonesia sampai di usia 76 tahun ini sudah  beranjak menjadi negara maju,” kata Sumali PNS yang bekerja di Kampus Bela Negara UPN Veteran Jawa Timur tersebut.

Dengan melihat bahwa masyarakat Indonesia kian jauh memaknai Pancasila secara utuh utamanya di era digital teknologi. “Bahkan yang paling mendasar, menghafal lima sila Pancasila pun banyak yang kesulitan. Kalau mereka saja tidak tahu isi Pancasila, bagaimana memaknainya dalam kehidupan sehari-hari?” ucap Gatot Subroto saat di dampingi Pelopor Pancasila

Derasnya arus globalisasi rentan merusak jati diri bangsa, jika tidak disaring melalui literasi media. Informasi yang tidak valid, tentu  mudah merasuk sendi-sendi kehidupan.  Akibatnya, informasi yang tidak benar atau disebut hoax, akan mencemari  kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini jika kita menelan mentah-mentah informasi media sosial atau internet, tanpa menyaringnya dengan bijaksana.

Nilai-nilai Pancasila sebagai penyaring dan penjaga kepribadian bangsa harusnya bisa membendung arus globalisasi itu. Untuk itulah perlu kembali menggaungkan di semua lini pemerintahan. Terlebih lagi, pengguna digital saat ini didominasi generasi milenial, yang kelak menjadi penerus bangsa. Tentu, filter-filter bernama nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan untuk generasi penerus bangsa ini.

Untuk mendekatkan Pancasila dengan generasi milenial, Kelurahan siap membuat yang Kampung Pancasila yang saat ini bersiap siap menuju Penilaian Kodam V Brawijaya.
Lebih lanjut Gatot Subroto mengatakan  nilai-nilai Pancasila kepada generasi milenial dan masyarakat secara luas harus selalu di sosialisasikan kepada masyarakat seluruh Indonesia dan warga Babat Jerawat pada khususnya agar kaum milenial di Babat Jerawat jadi Generasi yang tangguh dan mepunyai visi misi Bela Negara.

Semoga  masyarakat Kelurahan Babat Jerawat kaum milenialnya diharapkan menjadi agen-agen penggerak perubahan bagi para generasi millennial. Tujuannya meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih baik agar berkarya bagi Indonesia.

Menurut Ketua LPMK Babat Jerawat Daswiar Candra dalam rangka Kampung Pancasila yang menuju tingkat Kodam V Brawijaya,  ini merupakan prestasi yang luar biasa sampai mengikuti tingkat provinsi dengan persiapan-persiapan yang awalnya itu mendadak tetapi sekarang lebih kepada diperhatikan dan tersentuh oleh Pemkot Surabaya semoga pada saat penilaian untuk tingkat Kodam ini, bisa maju lagi ke tingkat Mabes TNI AD  yang mana tentunya menjadi juara nasional yang sangat diharapkan menjadi percontohan bagi Kampung Kampung yang lain diwilayah Babat Jerawat pada khususnya dan Nasional pada umumnya. Semoga Kampung Pancasila tidak hanya mengikuti lomba saja,  harapannya bisa menjalan aplikasi Pancasila bagi kehidupan rakyat Indonesia” pungkas *sml / wj*

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.