oleh

LALAI MENGANGKUT SAMPAH

Kekecewan warga Kelurahan Grogol khususnya Perum Taman Surya Kencana Cluster Venus, Senin (4/5/2022), Satu-persatu bungkusan plastik berisikan sampah yang berada di bak sampah, dikeluarkan warga dari tempatnya kemudian dibakar di tengah jalan. Aksi warga ini sebagai bentuk protes kepada pemerintah Kota Sidoarjo, yang sampahnya terlewati mengangkut tumpukan sampah sehingga semakin mengeluarkan bau tak sedap di lingkungan itu.

Apalagi menurut warga, saat ini warga dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19, warga dituntut untuk menjaga kebersihan namun lingkungan merekan tercemari dengan bau busuk dari tumpukan sampah itu. Warga berharap agar pemerintah secepatnya menyelesaikan permasalahan yang meresahkan mereka.

“Ini adalah bentuk kekecewan kami terkait pegelolaan sampah, warga resah karena tumpukan sampah sudah kurang dari satu minggu tak diangkut sehingga menimbulkan bau tak sedap. Kita tau sampah ini adalah sumber penyakit, apalagi saat ini kita dihadapkan dengan virus corona belum juga yang harus menjaga kebersihan,” ungkap Bapak Dwi.

BAU menyengat tercium disejumlah lokasi di Perumahan Taman Surya Kencana. Penyebabnya sampah warga menumpuk karena tidak diangkut petugas sampah sejak H+2 Lebaran.

Tumpukan sampah terlihat berserakan di lorong jalan lingkungan RT 001 sampe RT 010 RW 06 Kelurahan Grogol, Kecamatan Tulangan belum diangkut ke tempat pembuangan sampah akhir.

Padahal, dirinya dikutip RT Rp60 ribu. “Tiap bulan kami rutin membayar iuran sampah dan juga banyak yang nunggak bayar kenapa sampah saya tidak diangkut,” katanya.

Anehnya yang menjadi bendahara RT 004 bebas bayar sampah dan tunggakannya di putihkan. Kepala RT 004 mengatakan Saat ini sudah saya laporkan masalah keluhan warga mengenai masalah pengambilan sampah warga yg terlewati kepada koordinator sampah.

Terkait dengan hal itu, selaku BUMDES Ds. Grogol meminta maaf kepada RT 004 atas pegawai yang lalai mengambil sampah warga di RT 004, selaku pengurus BUMDes akan menegur orangnya🙏🙏🙏

Pak Dwi mengaku, sebagai warga yang tidak ikut mudik saat Lebaran, tentunya Ia tetap memproduksi sampah rumahan tiap hari. Namun, sayangnya jadwal rutin pengambilan sampah tidak berjalan seperti biasanya.

Sementara itu, Ketua RT 004 mengatakan, masalah sampah di Kota Tulangan tidak pernah selesai. Bukan hanya terjadi saat Lebaran, penumpukan juga terjadi setiap hari. “Tiap hari pemerintah daerah tak sanggup mengangkut sampah yang dihasilkan masyarakat. Masalahnya armadanya tidak ada,” katanya.

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.