oleh

DKS( Dewan Kebudayaan dan seni)JATIM atas peristiwa Ritual di kabupaten gresik

Gresik,JATIM BARANEWS  – Peristiwa yang terjadi di pesangrahan keramat desa jogo dalu. Kecamatan benjeng. Kabupaten gresik. Merupakan manifestasi dari seni dan kebudayaan Jawa yang di kemas dalam ritual pernikahan satrio paningit dan sri rahayu.

Satrio paningit di perankan saiful arif dan sri rahayu di perankan se ekor domba, dengan penghulu diperankan oleh Krisna.

M. Taufik Hidayat, S.Pd sebagai Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur mendapat mandat untuk avokasi para pelaku budayawan yang menjalankan ritual pernikahan yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana Simbol dan Makna Pernikahan Adat Jawa yang terjadi di Gresik.

Sehingga Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Gresik pada Hari senin. 13/06/2022.meluruskan perihal pemikiran terhadap pernikahan Satrio paningit dan Sri rahayu sebagai bentuk penistaan Agama, M. Taufik yang di juluki ” Monyong ” Tersebut menjelaskan banyak perihal simbol simbol budaya Jawa yang kian terkikis dengan peradaban.

Dalam UU nomer 5 tahun 2017 yang mengatur tentang pemajuan kesenian dan kebudayaan dengan tidak mengesampingkan norma hukum bagi siapapun yang menghalang halangi kegiatan kesenian dan budaya diancam hukuman dan denda.

Masih menurut M. Taufik. Ritual kebudayaan dan seni di desa jogodalu kecamatan benjeng tidak memenuhi unsur penistaan agama ataupun penistaan manusia. Jika di runut terjadinya peristiwa tersebut aktor dalam kesenian dan kebudayaan tersebut lah yang rugi, karena menikah dengan domba. Tetapi peristiwa tersebut hanya mengurai simbol seorang pemimpin yang membawa kemakmuran dan kebahagiaan.

Satrio paningit sebagai simbol pemimpin, dan Sri simbol Kemakmuran, Rahayu simbol kebahagiaan yang kemudian dinikahkan menjadi PEMIMPIN YANG MEMBAWA KEMAKMURAN DAN KEBAHAGIAAN

perwujudan Domba sebagai simbol tidak muda di pecah belah atas suatu kepentingan. Dengan di satukan nya pemimpin dan rakyat yang makmur serta bahagia,membentuk karakter bangsa tetap bersatu, bergotongroyong serta berhati mulia.

M. Taufik ( monyong) mulai kapan ada orang ( manusia kawin / nikah biologis?. Ritual dijogo dalu hanya simbolisasi dan bukan kawin manak.

Mari bersama sama kita baca makna dan filosofi terkandung dalam filsafat Jawa. Hubungan kita dengan leluhur sangat dekat karena adanya Kebudayaan, janganlah memaknai peristiwa tersebut sepotong potong.

Contoh disitu ada terdapat budaya pemukulan gong, dan Gong tersebut simbol Guru sejati sebagai pertanda simbolik melepaskan diri kita dari sifat egoisme, sifat sombong atau takabur. Dan ciri orang bertaqwa dalam ajaran Islam adalah sifat tawadlu’ ( rendah hati)

Budaya dan seni Jawa itu baik, namun tidak bisa disatwasangkakan sebagai penistaan.ketika pelaku seni dan budaya melangsungkan ritual-ritual Jawa seperti yang disebutkan di atas maka identitas budaya Jawa tetap dilestarikan.

ajaran moral dan filosofi hidup orang Jawa luhur ing pangastuti artinya berbudi luhur bukan hanya di luarnya saja namun juga luhur dalam bhatin dan menyembah ( sujud) kepada Allah SWT. Pungkasnya. ( WJ)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.