oleh

Mahasiswa Politeknik Negeri Madura Dapatkan Pembekalan Bantuan Hidup Dasar dari Kasatkes Kodiklat TNI AL

-Surabaya-50142 views

 

 

Kodiklatal Surabaya, 17 Desember 2021|  Guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan menangani personel yang cidera, Sebanyak 265 orang Mahasiswa dan Mahasiswi dari Politeknik Negeri Madura yang saat ini sedang melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Bela Negara dan Kepemimpinan di Pusat Pendidikan Lanjutan Perwira (Pusdiklapa) Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) mendapatkan pembekalan dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar/ Basic Life Support (BLS).

Pembekalan yang disampaikan secara langsung Kepala Satuan Kesehatan (Kasatkes) Kodiklatal Letkol Laut (K) dr. Iwan Sutanto, S.P., OT., M.Tr Hanla tersebut di laksanakan di Gedung Betelgeuse Pusdiklapa Kesatrian Kodiklatal Bumimoro Surabaya, Jumat, (17/12/2021).

Selain mendapatkan pembekalan Bantuan Hidup Dasar dihari yang sama para Mahasiswa dan Mahasiswi dari Politeknik Negeri Madura ini juga mendapatkan pembekalan megenai Self Defence atau Sea Survival dari para Instruktur Kodiklatal.

Dalam pembekalannya Letkol Laut (K) dr. Iwan Sutanto, S.P., OT., M.Tr Hanla menyampaikan bahwa Bantuan Hidup Dasar adalah suatu usaha yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat seseorang mengalami keadaan yang mengancam nyawa atau keadaan kegawat daruratan. Bantuan hidup dasar ini meliputi beberapa kondisi, misalnya detak jantung berhenti, tersedak, tenggelam dan lain-lain.

Adapun tujuan pembekalan yang dilanjutkan pelatihan bantuan hidup dasar ini untuk meningkatkan keterampilan para mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Negeri Madura dalam menangani kasus-kasus dengan kegawat daruratan, khususnya dalam memberikan bantuan hidup dasar disaat bantuan medis belum ada.

Menurutnya ada lima langkah dalam upaya memberi pertolongan bantuan hidup dasar antara lain menilai tingkat kesadaran korban, memanggil bantuan medis, melaksanakan pengecekan nadi jika korban tak sadar, melakukan kompresi (Penekanan Dada) 30 kali, membersihkan jalan napas, membuka jalan napas dengan menengadahkan kepala dan terakhir memberikan ventilasi bantuan napas dua kali tiupan.

“Pelatihan bantuan hidup dasar ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa dan mahasiswi, karena kecelakaan yang berakibat detak jantung berhenti, tersedak, tenggelam bisa terjadi kapan saja di lingkungan sekitar kita, oleh sebab itu ilmu ini sangat berguna apabila kita berbaur di masyarakat.” Tegas Letkol Laut (K) dr. Iwan Sutanto, S.P., OT., M.Tr Hanla

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *