oleh

Suara Jurnalis Ditengah Tindakan Premanisme

-Jatim, Opini-50353 views

 

ARTIKEL, LAMONGAN,JAWA TIMUR, BARANEWS –  Berita yang mengabarkan banyaknya jurnalis yang menjadi korban tindakan oknum baik pejabat sipil maupun oknum anggota Polri sering mewarnai dunia pemberitaan.

Seoeang jurnalis berjalan hanya berpayung UU no 40 tahun 1999. Berusaha mempertahankan kode etik untuk mendapatkan berita yang sesuai dengan fakta yang ada.

Satu pertanyaan dari masyarakat “Seorang jurnalis itu siapa yang nggaji ?”.

Tidak ada maksud ingin di muliakan, satu profesi yang di kerjakan secara profesional pula.

Tidak tau apa yang terjadi ? Seorang oknum yang mestinya berkewajiban menjunjung tinggi hukum yang berlaku di negri ini, justru bertindak sebaliknya hanya untuk menghindari terkuaknya tindakan yang melanggar hukum.

Kami bagian dari satu tubuh jurnalis Indonesia, berdasarkan sejarah Jurnalis juga punya andil besar dalam perjuangan bangsa untuk merebut kemerdekaan.

Hingga di saat ini kami masih bertindak dengan jiwa nasionalis yang ingin sekali menulis yang kabar yang baik sesuai dengan fakta yang baik.
Dengan kata lain untuk pihak-pihak yang akan kami kabarkan “Bertndaklah yang baik agar kami tulis berita yang baik”

Untuk pihak penegak hukum negri tercinta, segera usut tuntas pelaku yang sudah bertindak arogan terhadap jurnalis, agar kami tetap merasa terpayungi oleh hukum yang berlaku. Sehingga kami bisa terus berkarya walau tiada gaji.

Dewan Pers juga tetap kami harapkan untuk melindungi setiap tugas liputan kami.

Percayalah Indonesiaku Jurnalis tetap setia dengan NKRI. Kami cinta damai tapi lebih cinta kemerdekaan.
“Semoga Cita-Cita Kami Untuk Menulis Yang Baik Bisa Terwujud Sesuai Dengan Fakta”tutupnya

 

Senior:(andikprastyo.S,ag)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *