oleh

Tanggulangi Terorisme, BNPT Kembangkan Sistem Penthahelix

-Lamongan-50232 views

 

LAMONGAN –  Terorisme atau radikalisme layaknya virus corona, penularan dan perkembangan sama seperti virus corona. Hal tersebut disampaikan Kepala BNPT RI Boy Rafli Amar dalam sambutannya saat meresmikan rumah susun di Yayasan Lingkar Perdamaian Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro, Senin (14/2).

Ditambahkan nya, terorisme menularnya bisa tidak terasa dan tanpa gejala sebagaimana penularan virus corona, tiba – tiba ada perubahan perilaku bertindak bisa membahayakan orang bahkan bisa membuat kematian.

“Jadi ini virus yang terus berkembang sama dengan berkembangnya virus corona, jika ada penangkapan kemarin atau bulan lalu itu merupakan proses penegakan bukum yang tidak bisa berhenti, penegakan bukum berjalan karena keterpaparan virus yang tidak mengenal status sosial, usia maupun gender,” ujar Boy.

Lebih lanjut Boy mengungangkan, BNPT mengembangkan penanggulangan terorisme dengan sistem penthahelix, yakni melibatkan semua pihak. Seperti halnya yang dilakukan pada hari ini, merupakan bagian dari program pencegahan dengan memberikan dukungan kepada masyarakat. Terlebih di Yayasan Lingkar Perdamaian merupakn tempat bernaung mitra deradikalisasi yang mengembangkan konsep moderasi beragama dan semangat kecintaan NKRI.

“Kalau ada berita penangkapan, itu sama dengan pananganan virus corona. Yang terpapar harus diobati, apakagh isoman apakah masuk rumah sakit karena bergejala berat, kalo bergejala berat perlu diisolasi bahasa hukumnya dilakukan penangkapan berdasarkan hukum yang berlaku, menangkap harus ada dasar hukumnya, tujuannya untuk Indonesia damai dan harmoni,”tutur Boy.

Boy berharap rumah susun yang diresmikan pada hari ini tersebut dapat dikembangkan sebagai sarana pendidikan, menjadi tempat para santri baik keluarga eks napiter maupun masyarakat umum untuk turut mewujudkan cita-cita negara yaitu mewujudkan kecerdasan bangsa.

“Yang tidak kalah penting adalah dari tempat ini bisa mencetak anak bangsa yang akan berkiprah di masa depan, selain iman dan taqwa juga semangat untuk menjaga mencintai negaranya yakni NKRI,” harap Boy.

Turut menyaksikan peresmian rumah susun tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang dalam sambutannya mengatakan, peresmian rumah susun sejalan dengan misi Kabupaten Lamongan yakni membangun Kabupaten Lamongan yang harmonis, damai dengan mewujudkan ketentraman dan kedamaian. Karenanya, Pak Yes mengapresiasi pembangunan juga peresmian rumah susun tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lamongan mengucapkan terima kasih, kami akan terus berseiring dalam rangka untuk terus menanggulangi terorisme maupun faham-faham yang bertentangan dengan Pancasila, akan terus bersinergi dan bersama-sama sehingga capaian yang diinginkan dapat terwujud,” ujar Pak Yes.

Sementara Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi mengatakan pembangunan dan peresmian rumah susun merupakan bukti bahwa negara hadir di tengah-tengah eks napiter dan tidak membiarkan eks napiter begitu saja.

Lebih lanjut dikatakannya, akar terorisme bukanlah akar tunggal namun berkaitan, karenanya menanggulangi terorisme harus bersinergi, dan mengedepankan peran teman-teman eks napiter yang bersinergi dengan BNPT.

“Eks napiter harus berada di garis terdepan dalam penanggulangan terorisme, karena eks napiter lah yang faham bagaimana gerakan-gerakan terorisme,” kata Ali Fauzi.

Rumah susun yang diresmikan pada hari ini menghabiskan anggaran 4,46 M dari Kementerian PUPR RI, dengan luas lahan 537,31 meter persegi, bangunan barak 2 lantai tersebut mampu menampung 84 orang. Bangunan yang dibangun periode April – Desember 2021 tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas meubelair berupa lemari 2 pintu dan tempat tidur susun masing-masing sbenyak 42 set.(Humas)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *