oleh

Suara Kenalpot Bikin Sakit Telinga

 

SURABAYA, BARANEWS JATIM | Mengungkapkan bahwa faktor kebisingan bukan hanya dipicu oleh raungan kenalpot sepeda motor. Sauara angin di sekitar pengendara menjadi faktor utama munculnya kebisingan. Suara angin bervariasi, berubah-ubah secacara tiba-tiba. Mengalunkan suara berisik berfrekuensi tinggi kemudian secara tiba-tiba berubah menjadi frekuensi rendah. Pada saat bersepeda motor dengan kecepatan di atas 120 km / jam akan diperdengarkan suara berisik 110 desibel. OSHA menyarankan batas toleransi telinga mendengar keberisikan 110 desibel hanya selama 15 menit.

Makanya gunakan penutup telinga selalu saat touring jarak jauh. Penutup telinga terbuat dari busa menjadi pilihan paling tepat. Penutup telinga murah harganya. Jauh lebih murah daripada risiko kerusakan telinga yang muncul akibat mengabaikannya. Helm full face saja tidak cukup untuk melindungi telinga dari kebisingan. Kebanyakan produsen helm menitik beratkan pengembangan produk pada sisi aerodinamis. Sumber keberisikan yang muncul pada helm full face yaitu di bagian bawah dagu. Di bagian itu terjadi turbulensi angin yang memicu munculnya suara berisik. Tirai yang di pasang di bagian bawah dagu helm bisa mengurangi bebisingan tersebut.

Mengenakan penutup telinga tidak akan membuat Anda menjadi sama sekali tidak mendengarkan suara di sekitar. Alat itu hanya sedikit membuat Anda menjadi lebih tenang. Penutup telingan hanya sebagai penyaring suara ke telinga. Sehingga pendengaran bisa lebih fokus. Anda juga bisa menjadi lebih berkonsentrasi saat bersepeda motor.

Razia knalpot racing atau brong dengan tingkat kebisingan melebihi standar, sedang digalakkan pihak Kepolisian di berbagai wilayah Indonesia.

Sanksi razia knalpot brong biasanya berupa penilangan hingga tindakan lain, seperti saran pencopotan maupun pemotongan langsung di tempat.

Selain melanggar Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 7 tahun 2009 soal tingkat kebisingan, penggunaan knalpot brong dapat merugikan pengendara dari segi medis.

Vicky Riyadi, Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati mengatakan, seseorang yang sering mendengar suara bising berlebih berpotensi mengalami hilang pendengaran.

“Sering mendengar suara knalpot atau benda yang mengeluarkan suara bising berlebih secara kontinyu dan dalam waktu panjang, dapat mengganggu daya pendengaran manusia. Istilah medisnya yaitu Noise Induced Hearing Loss (NiHL),”

“Selain sering mendengar suara bising dengan desibel tinggi, NiHL atau hilang pendengaran juga akibat sel-sel saraf rumah siput di dalam telinga melemah dan menjadi capek. Dampak jangka panjangnya bisa tuli saraf,” (Dwi)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *