oleh

Penyuluhan Kesehatan dan Stunting TMMD ke 113 kodim 0113 /GL TA 2022

-Nasional-5050 views

 

Gayo Lues – Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke -113 dalam kegiatan non fisik, Kodim 0113/Gayo Lues melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan dan stunting di Posko TMMD Kampung Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, Jum’at (27/05/22).

Hadir sebagai pemateri diantaranya Kepala DP3AP2KB Yunidar, SE, Koordinator PKB/PLKB Jenan Thaib, SE, dan BAKES, (Tim kesehatan) Kodim 0113/GL Serka Supriadi.

Yunidar menyampaikan, berdasarkan data, angka stunting di Gayo Lues mencapai 42 persen lebih, itu artinya di setiap kampung ada 42 orang anak mengalami gejala stunting. Oleh karena itu mari kita cegah dengan cara menjaga kesehatan ibu dan anak, jaga asupan gizi lengkap dan konsumsi makanan yang bernutrisi.

Yunidar mengatakan, berikan ASI eksklusif kepada bayi, bahkan usia 0-6 bulan wajib ASI, setelah itu boleh didampingi makanan bergizi lainya namun ASI tetap dilanjutkan hingga bayi genap berusia 2 tahun.

“Jangan berencana memiliki anak banyak, selain daripada pertimbangan kesehatan orang tua juga harus memikirkan masa depan anak, mulai dari makanannya hingga pendidikannya,” ujar Yunidar .

Salah satu indikasi stunting yaitu masalah kemiskinan, tidak menjaga kebersihan, tidak ada kamar mandi di rumah sehingga peluang stunting dapat terjadi, kata Yunidar.

Dari sini kedepan, lanjutnya, mari kita jaga rumah tangga yang harmonis, samawa, hidup bahagia, jaga kesehatan sehingga bisa menekan angka stunting.

“Dan yang paling penting itu menjaga keimanan, kesehatan, dan kebersihan,” tambah Yunidar

Berikan anak kita makan makanan bergizi, 4 sehat 5 sempurna. Bila dirasa tidak mampu memenuhi kebutuhannya jangan memiliki anak banyak. Kualitas anak yang perlu kita pikirkan. Tutupnya.

Sementara itu Koordinator Penyuluh KB/petugas lapangan KB (PKB/ PLKB) Kabupaten Gayo Lues (Perwakilan BKKBN Aceh) Jenan Thaib menyampaikan, Kabupaten Gayo Lues Juara stunting se-Aceh, untuk menekan angka stunting bermula kepada ibu-ibu sendiri dengan cara memperhatikan asupan gizi saat hamil dan kepada bayi yang dilahirkan.

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia,” ujar Jenan.

Stunting sendiri adalah kondisi gagal tumbuh kembang anak balita akibat dari kekurangan gizi saat mereka dalam kandungan hingga dilahirkan, tetapi kondisi stunting terlihat setelah bayi berusia 2 Tahun. Baik ciri ciri fisik seperti kerdil/pendek maupun kecerdasan otak menurun, kata dia.

Agar jangan menjadi stunting, lanjut Jenan, semuanya direncanakan, mulai dari perencanaan matang untuk suatu pernikahan, hamil, merawat anak, termasuk memperhatikan asupan gizi sang anak. Dan kita sebagai orang tua harus mengawasi dan mengarahkan anak-anak kita agar jangan terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan. (Red)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *