oleh

Diduga Kuat Ada Indikasi Penyelewengan, Kapus Arjasa Selalu Menghindar Saat Hendak Dimintai Keterangan

-Sumenep-5056 views

 

Sumenep – Sampai saat ini Dokter Dayat belum bisa di klarifikasi / konfirmasi terkait pemindahan aset Pustu dan terkesan selalu menghindar, sampai – sampai pesan whatsapp juga telpon gak di balas, Selasa (19/07/2022).

Menurut keterangan salah satu petugas Puskesmas saat di temui wartawan beliau menyampaikan bahwa, ” Dokter Dayat gak ada di Pukesmas.” Ujar petugas itu kepada tim media.

Terkait proses pemindahan Aset Pustu (Puskesmas Pembantu) yang berada di Desa Laok Jang-Jang. Kec, Arjasa. Kab, Sumenep Kangean yang mana telah diduga adanya penyelewengan angaran.

Diberita sebelumnya sudah diterangkan terhadap proses pemindahan Aset Pustu Desa Laok Jang-Jang tersebut diduga adanya indikasi penyelewengan anggaran secara berjamaah antara oknum PJ Kapus dan oknum Dinkes, dikarenakan terhadap proses pemindahan aset Pustu tersebut tanpa adanya pemberitahuan dan berita acara, serta tanpa no register barang yg di pindahkan maka diduga kuat adanya indikasi penyelewengan angaran terhadap proses-proses tersebut.

Terhadap sikap dari Dokter Dayat yang selalu menghindar saat hendak di konfirmasi, ” Kuat dugaan kami adanya penyelewengan angaran terhadap proses – proses pemindahan pustu (Puskesmas Pembantu) tersebut.” Ujar salah satu warga setempat yg meminta untuk tidak disebutkan namanya.

” Kalau memang tidak ada apa-apa dalam proses pemindahan pustu tersebut kenapa
Dokter Dayat selalu menghindar ketika saat hendak di konfirmasi oleh awak media”.Ungkapnya lebih lanjut.

Sudah di Sebutkan pada UU Nomor 20 Tahun 2001 tanggal 21 November 2001, tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, berbunyi, ” setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 50 juta dan paling banyak 1 miliar. (Alex)/REL

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *