oleh

Bunda Fey Mendamaikan, Polres Kediri Temukan Fakta Baru Kasus Guru Cabul

-Kediri-5053 views

 

KEDIRI, BARANEWS JATIM | Polres Kediri Kota secara resmi melakukan penahanan terhadap oknum guru Sekolah Dasar (SD) yang melakukan pencabulan terhadap sejumlah muridnya. Keterangan ini disampaikan Kasar Reskrim Polres Kediri Kota AKP Tomy Prambana di kantor Polres Kediri Kota, Jumat 29 Juli 2022.

Sebelumnya Bunda fey sapaan akrab Ferry Silviana Abdullah Abubakar istri Walikota Kediri mencoba untuk memediasi kedua belah pihak pelaku dan korban kasus pencabulan anak. Pertemuan pada tanggal 22 Juli 2022 tersebut, bunda fey berharap agar kasus tersebut berakhir damai.

Bunda fey dibantu Siswanto Kepala Dinas Pendidikan kota Kediri berkomunikasi dengan beberapa oknum kepolisian atas kebenaran kasus tersebut. mempertemukan mereka dalam upaya mendamaikan, karena kasus ini menyangkut dunia pendidikan.

Ternyata Polres Kediri menemukan sebuah fakta baru dalam kasus tersebut. Menurutnya Kasar Reskrim AKP Tomy Prambana, sebelum melakukan penahanan terhadap oknum guru berinisial IM tersebut, pihaknya lebih dulu melakukan serangkaian penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Selain itu, polisi juga menyita alat bukti serta melaksanakan gelar perkara.

“Kami rasa sudah lengkap berdasarkan bukti permulaan tadi, unsur-unsur pasal terpenuhi. Kita gelar perkara kembali untuk menentukan terduga sebagai tersangka. Sudah kita lakukan pemeriksaan dan saat ini kita tahan di Polres Kediri Kota. Bersangkutan ditahan tadi malam,” terangnya dalam jumpa pers.

Saat menjalani pemeriksaan, tersangka mengakui semua perbuatannya di hadapan penyidik. Dari situ diketahui jika pelaku melancarkan aksi bejatnya terhadap korban, pada Juli 2021 hingga Juli 2022.

Modusnya pelaku mengajak korban untuk melaksanakan bimbingan belajar di ruang kelas sekolah. Saat itulah terjadi perbuatan tindak asusila yang dilakukan IM. Pelaku berusia 56 tahun.

“Yang bersangkutan mengakui yang dilakukan sejak bulan Juli 2021 sampai dengan bulan Juli 2022. Modusnya pelaku mengadakan bimbingan belajar kepada anak-anak. Kemudian dia meminta bantuan mengisi nilai dan pada saat dilakukan pencabulan,” ujarnya.

(red)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *