oleh

Belum Ada Pendaftaran Gugatan Perdata,Terkait Perkara Yang Di Laporkan Eko Sri

Mojokerto, Baranews  – Sidang lanjutan atas kasus dugaan tindak pidana pelanggaran Undang-Undang ITE,nomor perkara 231/pid.sus/2022/PNMJK,dengan terdakwa Islah Jiwa Wilsman di ruang sidang Cakra Pengadilan Negri Kelas II Mojokerto,pada Selasa,(16/8/2022) dengan agenda pembacaan Eksepsi dari Penasehat Hukum terdakwa.

Dua penasehat hukum terdakwa IJW,Eko Putro Shodiq,SH. dan Joko Subagiyanto,SH. menghadiri sidang kedua dengan agenda pembacaan Eksepsi (Nota Keberatan),Eksepsi yang di bacakan oleh penasehat hukum ini kurang lebih 20 halaman,yang mana mempunyai kesimpulan bahwa,penasehat hukum terdakwa IJW keberatan atas dakwaan yang di ajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), hal ini di karenakan kasus yang di alami oleh kliennya adalah murni kasus perdata,bukan kasus pidana seperti yang di dakwakan.

Menurut penasehat terdakwa, seteleh mempelajari alur kronologis cerita dari awal hingga munculnya dakwaan ini, maka dakwaan dari JPU tidak bisa di terima dan batal demi hukum, dan kami minta pada majelis bakim untuk membebaskan kliean kami Islah Jiwa Wilsman.

Pada kesempatan lain,pengacara Eko Srimarmahwati yang di hubungi awak media melalui pesan singkat aplikasi Whastapp menyampaikan,”terkait Eksepsi/nota keberatan dari Penasehat Hukum terdakwa Islah,menurut hemat kami tidak terkait dengan syarat formil batalnya surat dakwaan, tetapi menyangkut pokok perkara, yang mana harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan dalam persidangan”.

Jika memang menurut Penasehat Hukum terdakwa, kasus tersebut merupakan kasus perdata maka,seharusnya terdakwa mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Mojokerto, akan tetapi sampai dengan perkara Aquo diperiksa oleh majelis hakim,belum ada gugatan perdata yg terdaftar berkaitan dengan perkara yang dilaporkan oleh ibu Eko Sri.tutupnya.(Raden Anom)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *