oleh

Pengalihan Subsidi BBM Demi Kesejahteraan Masyarakat

-Nasional-5046 views

Jakarta – Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa, pemerintah telah memutuskan untuk mengalihkan sebagian subsidi dari bahan bakar minyak (BBM) untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Dengan adanya penyesuaian harga BBM bersubsidi ini, diharapkan dapat mengoptimalkan bantuan dan subsidi pada sektor produktif lain, seperti Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Executive Director Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, Negara selama ini telah menanggung beban subsidi energi yang sangat berat, yaitu sekitar 502 Triliun. Karenanya subsidi yang saat ini sudah menjadi beban bagi APBN, harga minyak dunia sedang tinggi, kurs mata uang Indonesia juga sedang terdepresiasi, akhirnya ketika diakumulasi jumlahnya sangat besar.

“Pada Oktober mendatang Pertalite dan Solar akan habis, jika tidak ditambah kuotanya akan habis, dengan demikian, masyarakat tidak akan mendapatkan BBM subsidi pada November hingga Desember. Jika ingin ditambah dibutuhkan dana hingga 170 Triliun, yang mana ini sangat memberatkan keuangan Negara jika subsidi ini terus dilakukan,” ujar Mamit melalui keterangannya, Jum’at (9/9).

“Subsidi BBM selama ini juga menjadi kontraproduktif karena sebagian besar digunakan oleh masyarakat mampu, dengan demikian memberikan kesenjangan sosial antara masyarakat kelas menengah atas, dengan masyarakat miskin,” imbuhnya.

Dalam rangka melakukan penghematan, Mamit mengatakan, subsidi BBM dapat dialihkan ke kegiatan-kegiatan yang lebih produktif, seperti misalnya besasiswa sekolah, bantuan kepada nelayan dan petani, pembangunan rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur lain.

“Saya mendukung adanya penyesuaian harga BBM bersubsidi karena sebelumnya terdapat disparitas harga BBM . Hal tersebut merupakan salah satu yang membuat Negara rugi,” pungkas Mamit. (Red).

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *