oleh

PBTI Menggelar Penyegaran Wasit Nasional Taekwondo 2022

-Nasional-5045 views

Jakarta – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar Penyegaran Wasit Nasional (PWN) Kyorugi 2022 di di Grand Cempaka Hotel, Jum’at Jakarta (23/9).

Acara diikuti oleh 414 wasit berlisensi nasional dan Internasional dari 21 Propinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, dibuka oleh Ketua Harian PBTI, Ir. Anthony Musa Siregar, SH, MH mewakili Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki yang sedang melantik Ketua Pengprov Taekwondo Kaltara. PWN dihadiri sejumlah pengurus PBTI dan pengurus Provinsi Taekwondo DKI Jakarta sebagai tuan rumah.

Menurut ketua Pelaksana acara, Sabrina Wijaya, Penyegaran Wasit Nasional Taekwondo 2022 ini dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan wasit.

Menurutnya, masalah kapasitas dan kompetensi wasit ini sangat penting karena terkait dengan adanya peraturan baru (competition rule) yang dikeluarkan World Taekwondo (WT) dalam upaya untuk menghadapi gelaran pesta akbar Olimpiade Paris 2024 mendatang.

“Jadi tujuan acara ini adalah sebagai bentuk sosialisasi amandemen WT Competition Rules 2022. Selain itu untuk meningkatkan dan membangun pemerataan kualitas wasit di seluruh Indonesia. Dan secara khusus acara ini juga dijadikan tolok ukur bagi PBTI dalam upaya mempersiapkan dan menyeleksi wasit-wasit terbaik guna penugasan dalam kejuaraan-kejuaraan taekwondo, baik tingkat nasional maupun internasional,” terang Sabrina yang juga selaku komisi Perwasitan PBTI melalui keterangannya, Sabtu (24/9).

Sementara itu, amanat Ketua Umum PBTI yang dibacakan Ketua Harian PBTI, Ir, Musa Anthony Siregar mengatakan bahwa, salah satu aspek penting pembinaan dan pengembangan prestasi taekwondo, yang juga selalu menjadi concern PBTI, adalah keberadaan para praktisi taekwondo yang berprofesi sebagai wasit.

“Kapasitas dan kemampuan para wasit tentu saja harus terus adaptif dan menyesuaikan diri dengan kondisi dan perkembangan aturan pertandingan yang dikeluarkan oleh organisasi World Taekwondo (WT). Up grading dan penyeragaman tentang aspek penilaian dalam aturan pertandingan inilah yang menjadi suatu keharusan setiap wasit harus terus melakukan pembinaan dan pengembangan kapasitas keilmuannya tentang perwasitan,” ujar Anthony.

Dalam konteks menjaga dan peningkatan kompetensi inilah, menurutnya, PBTI menyelenggarakan secara rutin Penyegaran Wasit Nasional. Apalagi secara khusus Penyegaran ini dikaitkan dengan perhelatan olimpiade Paris 2024 mendatang, dimana di gelaran multi event akbar tersebut, kemungkinan para wasit asal Indonesia, termasuk wasit untuk kategori PARA akan memimpin jalannya pertandingan taekwondo di Olimpiade Paris tersebut.

Registrasi PWN Menggunakan TIIS

Anthony juga mengingatkan bahwa, pada tanggal 6 Juli 2022 lalu, PBTI secara resmi telah memberlakukan aplikasi layanan terpadu yang diberi nama Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS) ini secara nasional.

Bahkan pada tanggal 30 Agustus 2022 lalu, PBTI juga telah mengeluarkan surat dengan nomor. B/218/ PBTI/VIII/2022 perihal percepatan Aplikasi program TIIS agar ditindaklanjuti oleh Pengprov dengan segera, yang pada intinya semua kegiatan taekwondo diwajibkan menggunakan aplikasi TIIS untuk registrasi dan data keaggotaan sebagai praktisi taekwondo, termasuk profesi wasit.

Karena menurutnya, aplikasi TIIS, setelah disosialisasi dan diuji coba dirasakan sangat besar manfaatnya bagi para praktisi taekwondo.

“Sejauh ini, dari laporan yang saya terima, TIIS sedikit banyaknya telah dirasakan manfaatnya. Utamanya manfaat penggunaan TIIS sudah mulai dirasakan oleh beberapa pengprov yang telah menggunakan aplikasi TIIS dalam registrasi kegiatannya. Baik dalam kegiatan diklat, open tournament bahkan kegiatan multi event tingkat propinsi (Pekan Olahraga Propinsi/Porprov),” terangnya.

PBTI juga meminta, seluruh wasit, termasuk seluruh jajaran pengurus agar terus mempelajari dan mendalami konten aplikasi TIIS ini.

“Jadikanlah anda sebagai contoh konstruktif untuk memajukan tata kelola pelayanan taekwondo Indonesia kedepan yang lebih bak. Menjadi agen perubahan termasuk pegiat narasi yang positif bagi program kerja PBTI untuk peningkatan pelayanan kepada seluruh anggota taekwondo Indonesia,” pungkas Anthony. (Red).

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *