oleh

Program HCS Tingkatkan Indeks Kesehatan Masyarakat

JATIM BARANEWS | LAMONGAN-Lamongan merupakan salah satu dari 4 Kabupaten di Jawa Timur yang ditunjuk sebagai wilayah prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem Jawa Timur. Upaya yang dilakukan untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem Jawa Timur diantaranya dengan program home care service (HCS). Di Lamongan sendiri HCS mulai digerakkan sejak 21 Juli 2021 dan per September 2022 ini tercatat 1834 jumlah KK rawan yang sudah dikunjungi dari 27 Kecamatan di Lamongan. Dengan adanya program HCS ini juga dipastikan dapat meningkatkan indeks kesehatan masyarakat di Lamongan, yangmana pada tahun ini indeks kesehatan masyarakat di Lamongan menduduki angka 0.88. Angka tersebut berasal dari indikator kesehatan masyarakat yang menyusun di antaranya epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dari indikator pelayanan kesehatan masyarakat salah satunya difokuskan pada program HCS yang memiliki fungsi memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sasaran masyarakat yang layak mendapat HCS, tergolong menjadi 2 yakni keluarga miskin dan keluarga yang tidak mampu secara fisik untuk mengakses pelayanan kesehatan ke Puskesmas atau Rumah Sakit.

“HCS ini kan sistemnya kita jemput bola, jadi ada kategori sasaran kita. Pertama ialah keluarga miskin yang tidak mampu mengakses pelayanan kesehatan dan yang kedua ialah keluarga yang tidak mampu mengakses dengan alasan keterbatasan fisik, seperti lansia yang hidup sendiri atau disabilitas,” tutur Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer Dinkes Lamongan dr. Hilda saat ditemui di Dinkes Lamongan, Senin (26/09/2022).

Program pelayanan di bidang kesehatan untuk masyarakat tersebut juga dijadikan program prioritas di Lamongan. Berkomitmen untuk memberikan kualitas pelayanan prima kepada masyarakat, Pemkab Lamongan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan terus melakukan perbaikan kinerja pada program HCS, salah satunya dengan melakukan survei kepuasan pelayanan pada 20 Juni 2022 . Survei yang dilakukan langsung oleh tim dari Dinkes dalam kurun waktu 1 tahun sekali tersebut bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap program HCS.

“Seperti tujuan utama dibentuknya HCS yakni melayani masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan, maka kami akan terus mengupayakan pemberian pelayanan terbaik. Tolok ukur kami salah satunya dengan mengadakan survey langsung kepada masyarakat. Kuisioner yang kami buat dikirimkan ke Penanggung Jawab Puskesmas se Kabupaten Lamongan,” terang dr. Hilda.

Dari survei yang telah dilakukan, hasil yang diperoleh angka 39,37% sangat puas, 50% puas, 10,6% cukup puas dari indikator kemudahan prosedur pelayanan HCS di Lamongan, hal itu menunjukkan dengan adanya HCS masyarakat terbantu untuk mengakses pelayanan kesehatan sesuai yang dibutuhkan. Disisi lain juga menggambarkan kinerja petugas HCS yang melayani warga, sarana dan prasarana yang diberikan, dan keramahan diterima dimasyakat. Suara masyarakat akan dijadikan evaluasi lebih baik lagi.

Upaya pemaksimalan pelayanan juga dilakukan dengan mengadakan monitoring evaluasi (Monev) yang rutin dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Monev tersebut diikuti oleh tim HCS dari semua Puskesmas di Lamongan yang terdiri dari Bidan Desa, Perawat Desa, Dokter Penanggung Jawab, Penanggung Jawab Programer HCS.

Foto by Dinas Kesehatan Lamongan

(Red)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *