oleh

Bunda Literasi, Fasilitator Literasi Anak

Jatim Baranews | Lamongan- Tidak hanya sekedar menjadi kemampuan membaca menulis berhitung, literasi juga dapat menjadi sebuah standar pengukuran kualitas atau kemampuan seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Pasalnya dengan masyarakat yang berliterasi akan mudahkan seseorang dalam menerima, memahami, serta mengolah informasi yang di dapatkan. Di Lamongan sendiri Indeks Kegemaran Membaca (IKM) di tahun 2022 tercatat sebesar 70,90%, angka yang tergolong tinggi, namun meskipun demikian Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat Lamongan, salah satunya dengan kegiatan peningkatan indeks literasi masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat di Lamongan, Rabu (28/9), di Pendopo Lokatantra.

Kegiatan hasil kolaborasi antara Perpusda Lamongan dengan Perpusnas (Perpustakaan Nasional) RI, ini diharapkan dapat menjadi penggugah semangat Perpusda Lamongan untuk berupaya lebih baik lagi dalam meningkatkan literasi, minat baca serta membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Berdasarkan keunggulan kompetitif, perpustakaan menjadi salah satu pembangunan pembentukan SDM yang berkualitas dan berdaya saing dalam percepatan pembangunan perekonomian yang kokoh. Selain itu di bidang perpustakaan terdapat dua isu penting yang menjadi dasar strategi yakni peningkatan (SDM) dan transformasi dijital. Dalam transformasi digital Perpusda Lamongan telah merilis 1400 buku digital yang dapat di akses melalui aplikasi iLamongan.

Selain itu, guna mempercepat terwujudnya SDM yang unggul dan menguasai, serta memiliki kemampuan kreativitas dan inovasi yang tinggi pada kesempatan tersebut Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Sekretaris Utama Perpustakaan RI Ofy Sofiana, mengukuhkan bunda literasi kabupaten dan bunda literasi kecamatan se-kabupaten Lamongan.

“Bunda literasi ini mempunyai peran yang strategis untuk memasyarakatkan, membangun literasi di masyarakat. Oleh sebab itu program pemasyarakatan literasi membaca melalui bunda literasi ini merupakan salah satu strategi yang dipilih oleh Perpustakaan Nasional untuk memotivasi kesadaran masyarakat dan mendukung kembangkan kegemaran membaca anak, karena jumlah bunda literasi ini anaknya turunanya banyak Bunda Literasi yang juga sebagai tim penggerak PKK, di bawahnya ada posyandu, ada PAUD dan lain-lain,” kata Ofy Sofiana

Selain itu, dalam upaya menggairahkan dan menggalakan budaya literasi untuk kesejahteraan masyarakat, serta transformasi perpustakaan berbasis inkubasi sosial dalam membentuk potensi wilayah yang mandiri, pada kesempatan yang sama berlangsung talkshow terkait potensi kuliner Lamongan yang masuk kedalam literasi budaya. Di isi oleh beberapa narasumber mulai dari Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Sekertaris Utama Perpustakaan RI Ofy Sofiana, Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki, Guru Besar dan Dekan Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Maftuch, hingga Pegiat Literasi dan Kuliner Lamongan Ihsan, diharapkan talkshow yang mengambil tema transformasi perpustakaan untuk peningkatan budaya literasi digital dan optimalisasi potensi kuliner menuju kejayaan Lamongan ini, dapat menambah kemampuan, kreativitas dan inovasi dalam menciptakan lapangan kerja serta terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

“Literasi budaya ini dalamnya terdapat kuliner dan Lamongan dikenal sebagai kuliner, karena dimana-mana yang terbesit di benak masyarakat, Lamongan ini ya kulinernya yang kami harapkan dapat menjadi masa depan perekonomian di Lamongan,” ungkap Pak Yes

(Red)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *