oleh

Praktisi Hukum : Stunting Bukan Mutlak Urusan Pemerintah Tapi Semua Lapisan Masyarakat

-Jatim, Nusantara-5072 views

 

GAYO LUES | Praktisi Hukum M Purba,SH mengatakan bahwa permasalahan saat ini yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah stunting dimana berdasarkan data dunia bahwa negara kita diurutan peringkat 5 dunia, Sebagaimana disampaikan melalui rilis nya kepada media ini, Minggu (30/10/2022)

Begitu juga dengan yang terjadi saat ini dikabupaten Gayo Lues,bahwa penanganan Stunting ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah dan instansi terkait tapi semua lapisan masyarakat juga harus bisa mengatasi permasalahan ini , sebagaimana kita ketahui bahwa Stunting adalah masalah kurang gizi dan nutrisi kronis yang ditandai tinggi badan anak lebih pendek dari standar anak seusianya.

Dimana beberapa di antaranya mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal seperti lambat berbicara atau berjalan, hingga sering mengalami sakit.

Dan perlu kita ketahui bersama bahwa stunting tidak hanya dialami keluarga miskin, namun juga mereka yang berstatus keluarga mampu atau berada.

Bisa jadi penyebabnya adalah kurangnya informasi pada masyarakat tentang pentingnya memperhatikan asupan gizi dan kebersihan diri pada ibu hamil dan anak dibawah usia dua tahun. Selain itu kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi seimbang serta pemberian ASI yang kurang tepat.

dr Junaidi Kabid kesehatan Masyarakat dinas kesehatan Gayo Lues menambahkan bahwa ” Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan upaya mengawal 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dengan program pemberian makan bayi dan anak (PMBA) termasuk pemberian ASI Eksklusif, dan juga makanan pendamping ASI, dan menyusui sampai 2 tahun atau lebih.

Junaidi menambahkan bahwa Pekerjaan rumah ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah saja namun Butuh kerjasama lintas sektor untuk mencapai target penurunan angka stunting tersebut.

Dimana berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi balita stunting di tahun 2018 mencapai 30,8 persen di mana artinya satu dari tiga balita mengalami stunting dan Indonesia sendiri, merupakan negara dengan beban anak stunting tertinggi ke-2 di Kawasan Asia Tenggara dan ke-5 di dunia.(Red)

Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *